::: BAKED POTATO WITH BROCCOLI AND CHEESE :::

Bahan:
400 gr brocoli
6 buah kentang ukuran sedang
1/2 bawang bombai, rajang halus
3 siung bawang putih, cincang halus
6 lembar daging asap ukuran sedang
2 sdm parmesan parut
50 gr cheeddar parut
2 sdm mozzarella parut
1 btr telur
150 susu
garam, secukupnya
kaldu ayam bubuk, secukupnya
lada bubuk, secukupnya
pala bubuk, secukupnya
2 sdm margarin untuk menumis
keju parut (blend mozzarella + cheddar) secukupnya untuk taburan atas

Cara Memasak :
1. rebus broccoli sampai setengah layu, sisihkan sedikit untuk taburan diatas kentang
2. rebus kentang, sampai matang, angkat buang airnya, kemudian dihaluskan
3. kocok telur asal lepas
4. cairkan margarin, tumis bawang bombai dan bawang putih sampai harum, masukkan daging asap, tumis hingga matang dan wangi,  angkat
5. campur kentang yg sudah dihaluskan, tambahkan telur kocok, susu, brocollie, keju parut, bawang bombai dan bawang putih yg sudah ditumis, tambahkan garam, kaldu bubuk, lada bubuk, pala bubuk; aduk rata hingga tercampur
6. olesi pinggan tahan panas dengan margarin, tuang adonan kentang ke dalam pinggan, taburi atas dengan sisa brocolli, tabur dengan keju
7. oven dengan suhu 180 derajat selama kurang lebih 30 menit


PS. Isi bisa ditambah daun parsley cincang, wortel rebus, selery, daging asap bisa diganti dg daging ayam

::: Sebuah Sharing :::

Suatu hari pak tua didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua hanya mendengarkan dengan seksama, lalu Ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan, "Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua "Pahit, pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya.

Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya. "Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana rasanya ?" "Segar", sahut si pemuda. "Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua "Tidak, " sahut pemuda itu Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata: "Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan; Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu". Pak tua itu lalu kembali menasehatkan:

Hatimu adalah wadah itu;

Perasaanmu adalah tempat itu;

Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.


Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian. Karena Hidup adalah sebuah pilihan, mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang? Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.